Ini Respons China soal Tawaran Kerja Sama Pendidikan Islam di Wilayah Muslim Uighur

Telah di Baca 55 kali

Beijing –(Siarilmu.Com)  Ini respons China soal tawaran kerja sama pendidikan Islam di wilayah Muslim Uighur. Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, China mengaku merasa tertarik kerja sama bidang pendidikan Islam yang ditawarkan Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Beijing.

“Tawaran ini menarik bagi mereka untuk dipertimbangkan,” terang Atase Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi KBRI Beijing Yaya Sutarya kepada wartawan di Beijing, seperti dilansir dari Antara via JPNNcom di Beijing, Sabtu 31 Juli 2021.

Dalam kunjungannya ke Xinjiang pada 21-27 Juli2021 lalu, ia menawarkan program tersebut kepada Dewan Penasihat Republik Rakyat China (RRC) Komite Xinjiang, Xu Hairong.

Kerja sama ini melengkapi kerja sama investasi dan perdagangan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan China,” beber Yaya.

Apalagi, menurutnya, kerja sama bidang pendidikan Indonesia dengan China lebih banyak dengan perguruan tinggi di wilayah selatan, tengah, dan timur.

KBRI Beijing belum pernah menjalin kerja sama bidang pendidikan dengan perguruan tinggi yang berada di wilayah barat laut, seperti Xinjiang dan Provinsi Gansu, yang banyak dihuni etnis minoritas Muslim Uighur dan Hui tersebut.

“Kalau kerja sama dengan Xinjiang bisa direalisasikan, maka akan ada pertukaran pelajar Islam di Xinjiang dengan para santri di Indonesia. Kerja sama ini bisa ditindaklanjuti sebagai kerja sama antarperguruan tinggi atau pondok pesantren,” imbuh Yaya.

Dalam kunjungan itu, ia sempat mendatangi kampus Institut Agama Islam Xinjiang (XII) di Kota Urumqi dan bertemu rektor sekaligus Ketua Asosiasi Islam China (CIA) Xinjiang, Abdur Raqib Tursuniyaz.

XII memiliki delapan cabang di beberapa kota lain di Xinjiang dan telah meluluskan ribuan pelajar. Di antara para pengajar XII itu, merupakan warga etnis Uighur lulusan sejumlah perguruan tinggi di Timur Tengah.

“Nantinya kami juga akan beri beasiswa untuk pelajar Xinjiang yang hendak melanjutkan belajar agama Islam di Indonesia,” jelas Yaya.

Sementara itu, juru bicara Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang Ilijan Anayat mendampingi Yaya mengunjungi beberapa kota, di antaranya Kashgar, Yili, dan Urumqi.

“Kami antar bertemu warga Uighur, mengunjungi masjid, gereja, kuil, dan industri,” terangnya dalam keterangan pers di Beijing, Jumat 30 Juli 2021.

Melalui kunjungan tersebut, Ilijan berharap masyarakat Indonesia bisa memahami situasi di Xinjiang secara objektif.

“Apalagi yang kami ajak keliling kemarin adalah seorang atase pendidikan, sehingga kunjungan itu akan berdampak positif terkait Xinjiang dalam hubungan bilateral China dan Indonesia,” kata Anayat.

Share entrepreneurship

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *